Agen Alat Pemadam Api Agen Distibutor APAR Murah Logo  

Produsen Alat Pemadam Api APAR Bersertifikat ISO

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) | Distributor / Agen / Toko / Penjual Alat Pemadam kebakaran murah | Refill (isi ulang) tabung Pemadam : Altek, Chubb, Gunnebo, Starvvo, Servvo, Viking, Hercules, Hartindo, Yamato, dll..

Peristiwa kebakaran masih terus mengancam Jakarta setiap tahunnya. Lemahnya kesadaran masyarakat mencegah kebakaran menjadi salah satu ancaman kebakaran menghantui warga Ibu Kota.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mencatat hingga 15 Maret terjadi 177 kasus kebakaran. Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan, lemahnya kesadaran masyarakat dalam mencegah persitiwa kebakaran membuat Jakarta mendapat predikat rawan kebakaran.

Hampir setiap tahunnya, ribuan peristiwa kebakaran terjadi, kerugian pun mencapai miliaran rupiah.”Mengatasi kebakaran itu harus dimulai dari sistem pencegahannya, bukan menangani peristiwa kebakarannya,” kata Yayat Supriyatna saat dihubungi Minggu (15/3/2015).

Yayat menjelaskan, penyebab utama kebakaran itu yakni korsleting listrik, khususnya di perkantoran atau gedung-gedung tinggi. Sebab, hampir setiap tahunnya, teknologi yang berhubungan dengan listrik terus di instalasi dalam perkantoran.

Sedangkan untuk dipemukiman padat, kata Yayat, selain listrik, kebakaran juga disebabkan oleh kompor, bahan bakar gas, lilin dan sebagainya. Dia melihat, masyarakat di kawasan perkantoran ataupun pemukiman kerap menyepelekan penyebab-penyebab kebakaran tersebut.

“Pemprov harus terus meningkatkan pembinaan kepada masyarakat agar kebakaran di Jakarta dapat terminimalisir,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta, Abdul Chair mengatakan guna mengurangi angka kebakaran harus dimulai dari pencegahan.”Sejak 2014 hingga saat ini, pihaknya sudah mendapatkan 2.800 Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakar) yang tersebar di lseluruh Jakarta.

Selain itu, lanjut Choir, pihaknya juga memberikan alat pelindung diri (APD) di masing-masing RW. Alat yang diberikan mulai dari pawang geni, sepeda motor damkar, pompa air, dan apar.”Balakar ini kan warga. Kami berikan itu agar warga sudah bisa melakukan pencegahan awal sebelum membesarnya api ketika terjadi kebakaran di wilayahnya,” katanya.

Berdasarkan catatan DPKP sendiri, wilayah Jakarta Barat masih mendominasi kebakaran paling terbanyak. Tercatat, dalam kurun waktu Januari hingga Maret ini terdapat 43 kasus kebakaran.