Call Pemadam kebakaran

Anda pernah melihat kejadian kebakaran secara langsung? Ngeri kan? Kebakaran memang salah satu musibah yang sulit untuk di prediksi tetapi bisa untuk dicegah. Penyebab kebakaran juga beragam, dan Anda harus mengetahui bahan-bahan apa saja yang bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran. Anda bisa mengatasi kebakaran tersebut dengan APAR atau alat pemadam api ringan jika api yang muncul dalam skala kecil.

Tetapi jika api yang muncul dalam skala besar bisa menggunakan APAB, saat menggunakan APAB api tak kunjung padam Anda bisa langsung call pemadam kebakaran terdekat.

Jika api masih bisa di tangani, sebaiknya Anda gunakan APAR atau APAB saja agar lebih cepat memadam api. Jangan biarkan api semakin menjalar kemana-mana, itu akan membahayakan diri Anda dan juga orang yang ada di sekitar Anda. Perlu Anda ketahui, penggunaan APAR atau APAB juga tidak bisa secara sembarangan, lho!

Penggunaan alat pemadam api harus sesuai dengan standar dari Dinas Pemadam Kebakaran, agar api lebih cepat di padamkan dan lebih aman. Tidak hanya penyebab kebakaran saja yang beragam, tetapi isi tabung juga beragam di sesuaikan dengan penyebab terjadinya kebakaran. Anda juga harus tahu, benda-benda apa saja yang ada di sekitar Anda yang mampu berpotensi sebagai penyebab kebakaran.

Sebelum Anda mengetahui lebih lanjut, Anda harus mengetahui apa itu APAR?  Fungsi dan juga jenis-jenis media APAR? APAR atau alat pemadam api ringan merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memadamkan atau mengendalikan api dalam skala kecil. Alat pemadam api ringan biasanya memiliki bentuk tabung dengan isian bahan pemadam api yang bertekanan tinggi.

APAR merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam kesehatan dan keselamatan kerja (K3), pengadaan APAR di wajibkan dalam setiap perusahaan. Karena keberadaan APAR mampu mencegah terjadinya kebakaran yang bisa mengancam ke selatan kerja dan juga bisa merusak ase-aset berharga yang ada di perusahaan tersebut.

Karena kebakaran bisa terjadi kapan saja dan tidak ada yang tahu, jadi pengadaan APAR bisa meminimalisir kebakaran semakin meluas.

Jenis-Jenis Media APAR

  1. Media APAR water, jenis media yang berisi air disertai dengan tekanan yang tinggi. Media water adalah jenis APAR yang paling ekonomis dan cocok untuk memadamkan api kebakaran kelas A, karena media ini menggunakan bahan-bahan non-logam. Media jenis ini tidak disarankan untuk kebakaran kelas C, akan berbahaya jika sampai digunakan untuk instalasi listrik yang bertegangan.
  2. Media APAR busa, jenis APAR ini terdiri dari bahan-bahan kimia yang bisa membentuk busa atau foam untuk memadamkan api. Busa AFF yang di keluarkan melalui selang mampu menutupi bahan yang terbakar. Sehingga oksigen tidak bisa masuk dalam proses kebakaran, dan api bisa dengan mudah di padamkan. Media ini sangat efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan dengan bahan-bahan padat dan non-logam (kebakaran kelas A). dan cocok juga untuk memadamkan api pada kebakaran kelas C ( minyak, oli, bensin dan bahan lain yang mudah terbakar)
  3. Media APAR karbon dioksida, jenis APAR dengan bahan utamanya adalah karbon dioksida. Media APAR jenis ini sangat cocok untuk memadamkan api pada kebakaran kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan juga mampu memadamkan kebakaran kelas C (bahan elektrikal yang memiliki tegangan).
  4. Media APAR serbuk kimia, jenis APAR ini terdiri dari serbuk kimia kering yang merupakan kombinasi dari mono-amonium sulphate. Bahan serbuk kimia yang di keluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar, mampu memisahkan oksigen yang merupakan salah satu unsur terpenting dalam kebakaran. Media APAR jenis ini mampu memadamkan kebakaran kelas A, B dan juga C.

Jika Anda sudah mengetahui media yang terdapat pada tabung pemadam kebakaran, Anda bisa memilih media tersebut sesuai dengan proteksi kebakaran di lingkungan Anda. Gunakan alat pemadam api dengan baik dan benar, karena ini berhubungan dengan nyawa seseorang dan juga aset-aset berharga yang perusahaan miliki. Anda tahu cara penggunaan alat pemadam kebakaran? Penggunaan alat pemadam kebakaran juga tidak bisa sembarangan,ya!

Cara Menggunakan Alat Pemadam Kebakaran

  1. Tarik kunci pengaman pada kepala tabung pemadam kebakaran
  2. Pegang ujung selang dan arahkan selang tersebut ke sumber api agar api lebih cepat padam, hindari memegang bagian tengah selang karena selang sulit diarahkan.
  3. Tekan tuas pada tabung pemadam kebakaran, hindari menekan kedua tuas secara bersamaan.
  4. Setelah media di dalam tabung keluar, kibaskan selang yang Anda pegang pada sumber api secara perlahan sampai api padam.

Jika api sudah bisa dipadamkan, buka semua pintu dan juga jendela yang ada di lokasi terjadinya kebakaran. Agar ada udara yang masuk dan keluar, agar asap yang muncul akibat api bisa keluar dan ruangan tidak banyak asap. Asap kebakaran bisa menyebabkan batuk-batuk dan bisa mengganggu saluran pernafasan Anda.

Anda bisa mencobanya saat terjadi kebakaran, jika Anda belum paham dan masih ragu Anda bisa mengikuti trainer yang diadakan distributor. Disitu Anda akan diajari berbagai hal yang berhubungan dengan APAR dan kebakaran. Anda juga harus memperhatikan cara membawa APAR yang benar, agar  media APAR tetap aman dan siap digunakan.

Jika kebakaran yang terjadi tidak bisa dipadamkan dengan APAR atau APAB, lebih baik segara call pemadam kebakaran terdekat. Agar pemadam kebakaran segara meluncur ke lokasi kebakaran, dengan menggunakan berbagai perlengkapan petugas pemadam kebakaran. Karena pada dasarnya kerja APAR hanya untuk meminimalisir kebakaran dalam skala kecil, jika dalam skala besar wajib call pemadam kebakaran.

Kenapa petugas pemadam kebakaran datangnya lama? Karena petugas pemadam kebakaran harus mempersiapkan peralatan untuk memadamkan api, sekaligus mempersiapkan perlengkapan untuk petugas pemadam kebakaran. Petugas pemadam kebakaran berisiko terkena panas, asap beracun, benda tajam, cairan berbahaya dan kemungkinan bahaya lainnya yang bisa merenggut nyawa petugas.

Menjadi petugas pemadam kebakaran tidak mudah, karena harus menyelamatkan orang lain dan juga melindungi diri sendiri. Jika tidak ada peralatan yang lengkap, petugas pemadam kebakaran tidak bisa menyelamatkan orang yang terjebak di dalam kebakaran. Setiap peralatan petugas pemadam kebakaran mempunyai fungsi masing-masing, agar bisa dengan efektif memadamkan api.

Panggil pemadam kebakaran jika dalam keadaan darurat

Pekerjaan sebagai tugas pemadam kebakaran tidaklah mudah, tugasnya menyelamatkan orang dari bahaya seperti kebakaran dan lain-lain. Tetapi, petugas pemadam kebakaran juga harus melindungi dirinya saat menyelamatkan orang lain. Anda bisa langsung call pemadam kebakaran jika Anda dalam bahaya, terutama saat terjadi kebakaran.

Tugas pemadam kebakaran tidak hanya saat terjadi kebakaran saja, saat ada ular yang masuk ke dalam rumah warga juga salah satu tugas pemadam kebakaran. Mungkin sebagian orang hanya tahu tugas utama petugas pemadam kebakaran. Tapi perlu di ingat,ya! Call pemadam kebakaran saat sedang keadaan darurat saja.

Perlengkapan petugas pemadam kebakaran

  1. Helm pemadam kebakaran

Berfungsi sebagai pelindung bagian kepala saat melakukan pemadaman api, bagian kepala mulai dari rambut sampai dengan leher akan terlindungi dari panas. Helm pemadam kebakaran merupakan salah satu syarat yang wajib ada saat melakukan eksekusi kebakaran.

Merupakan salah satu alat safety untuk keselamatan kerja terutama saat memadamkan api. Mampu melindungi tubuh Anda dari panas dan api, terbuat dari bahan khusus dengan pelindungan ekstra.

Sepatu khusus yang digunakan untuk melindungi kaki Anda dari berbagai bahaya yang menyerang kaki. Sepatu safety terbuat dari bahan-bahan yang bagus dan berkualitas tinggi agar menunjang secara optimal bagi pemakainya saat melakukan pekerjaan.

Sarung tangan untuk pemadam kebakaran berbeda dengan sarung tangan biasa, karena menggunakan bahan khusus yang sangat kuat dan di desain tahan api. Jadi, tangan petugas pemadam kebakaran akan tetap aman saat melakukan evakuasi pada kejadian kebakaran.

Banyak kan perlengkapan yang harus digunakan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penyelamatan dan melindungi diri. Nah, sekarang Anda sudah tahu tentang APAR dan juga petugas pemadam kebakaran. Sekarang Anda jadi lebih tahu langkah apa yang harus Ada ambil saat terjadi kebakaran.

Jika Anda ingin membeli APAR dengan kualitas yang bagus, lebih baik belilah APAR pada distributor terdekat di wilayah Anda. Mengapa harus membeli pada distributor? Karena di situ Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dan juga garansi panjang untuk APAR yang Anda beli. Jangan sampai Anda salah pilih,ya! Apalagi tergiur harga murah dan barang murahan.

Saat membeli APAR juga harus diperhatikan, pastikan tabung yang Anda pilih tidak berkarat atau korosi,ya! Jika Anda salah memilih atau tidak teliti, bisa-bisa tabung mengalami kebocoran dan bisa membahayakan diri Anda sendiri. Duhh, ngeri banget kan? Pilihlah tabung sesuai dengan standar ISO. Jika Anda membeli APAR pada distributor, Anda bisa sekaligus training cara penggunaan APAR dengan baik dan benar.

Anda harus mengetahui media APAR yang harus Anda gunakan, ukuran APAR yang tepat untuk ditempatkan di suatu ruangan. Agar keberadaan APAR tidak mengganggu aktivitas Anda, letakkan APAR secara menggantung di tempat-tempat yang strategis. Jadi, saat terjadi kebakaran Anda bisa menemukan APAR dan menggunakannya dengan mudah.

Jika APAR sudah digunakan tetapi api tidak kunjung padam, lebih baik langsung call pemadam kebakaran saja. Pada dasarnya, APAR hanya untuk meminimalisir kebakaran semakin membesar dan melebar. Tapi kalau sudah melebar, langsung call pemadam kebakaran agar petugas pemadam kebakaran yang menangani dan melakukan evakuasi.

Mulai sekarang Anda harus memikirkan anggaran untuk membeli APAR, Anda juga harus mengetahui tempat atau bahan yang berpotensi munculnya kebakaran. Agar Anda bisa lebih tenang dan aman saat berada di rumah, karena bisa meminimalisir jika terjadi kebakaran. Musibah bisa datang kapan saja, tidak bisa di prediksi apalagi di nego.

Dengan semakin mendalami pengetahuan tentang kebakaran dan juga pengadaan APAR, Anda akan semakin waspada dan paham akan bahaya kebakaran. Kebakaran memang mutlak terjadi, tapi setidaknya kebakaran bisa kita cegah dan bisa diminimalisir. Anda harus berhati-hati saat menggunakan bahan atau benda yang berpotensi sebagai penyebab munculnya kebakaran. Tetap jaga keselamatan, ya!